rumahsyariahbogor.com – Dunia kini berbeda dengan 10 atau 20 tahun yang lalu, di mana pergaulan masyarakat dan kebiasaannya telah jauh berbeda. Jika dulu masyarakat masih menerapkan kebiasaan 3S (senyum, sapa, salam) kini berbeda, kebanyakan masyarakat lebih fokus pada diri sendiri dan gaway tentunya. Apalagi dengan kebiasaan pasca pandemik covid19 dimana masyarakat harus menjaga jarak satu sama lain, tidak diperbolehkan berbicara secara langsung, dan harus mengenakan masker.

Kebiasaan ini secara tidak langsung telah memecah keharmonisan dilingkungan masyarakat yang sebelumnya sangat terasa begitu hangat satu sama lainnya.

Khususnya di kota-kota besar seperti jabodetabek, dimana aktifitas ekonomi berkumpul di sini, kegiatan industri yang terus berjalan, dan semuanya berjalan begitu cepat dan padat. Sehingga, masyarakat begitu disibukkan dengan kegiatannya masing-masing, tanpa peduli kiri kanan depan belakang.

Di KRL setiap hari kerja, setiap pagi masyarakat disibukkan dengan keberangkatan ke tempat bekerjanya masing-masing, juga sore waktu pulang kerja yang juga sedemikian padat.

Jika senin hingga jum’at adalah hari kerja, maka sabtu dan ahad adalah hari libur. Bagi sebagian besar masarakat. Sebagiannya lagi tentunya memiliki waktu libur yang berbeda.

Hegemoni Masyarakat yang semakin Hedon, menjadikan pemilihan tempat tinggal, gaya hidup dan liburan sebagai ajang pamer yang kemudian dibagikan melalui sosial media.

Namun, perlu disadari bahwa semakin ke sini semua harga barang meroket, baik komsumtif atau produktif. Contohnya Rumah, setiap tahun nilai NJOP di kota terus mengalamai kenaikan, hal ini beriringan dengan perkembangan fasilitas publik yang terus mengalami perbaikan dan lebih canggih.

Di sisi lain, daerah-daerah pinggiran kota yang masih memiliki iklim lebih sejuk dan segar, mendapatkan manfaatnya karena dengan NJOP yang relatif lebih murah ia masih bisa menikmati semua fasilitas yang ada di kota dengan tidak begitu sulit karena akses yang tidak terlalu jauh dan akses transportasi publik yang telah disediakan menghubungkan antara kota dan desa tersebut.

Sebut saja angkot dengan rute Laladon – Segog, menghubungkan antara kota bogor dengan ciampea. Ciampea yang berada berbatasan dengan Dramaga, secara tidak langsung mendapatkan fasilitas yang ada di Dramaga dan Kota Bogor. Padahal nilai NJOP di Ciampea masih lebih murah jika dibandingkan dengan Dramaga dan Kota Bogor, terlebih iklim yang dimiliki oleh ciampea lebih sejuk dan pemandangannya lebih indah.

Karena itulah, sebagian besar masyarakat di jabodetabek khususnya jakarta dan bekasi banyak membeli hunian di sekitar sini. Dan DRAMAGA RESORT merupakan satu-satunya kawasan Perumahan Islami yang menawarkan tempat tinggal eksklusif dengan berbagai FASILITAS GREEN EDU LIVING yang LENGKAP.

Diantaranya :

  • Area Berkuda
  • Area Memanah
  • Danau
  • Jogging Track
  • Taman Bunga
  • Helaing Garden
  • Play Ground
  • Fish Pond
  • Gazebo

Selain itu, Kawasan Perumahan yang mengusung konsep Green Edu Living ini menyediakan ruang terbuka hijau seluas 60% dari total kawasan yang ada. Sehingga pengadaan pepohonan yang rimbun dan indah serta taman bunga menjadi dominan, tentu hal ini akan memberikan suasana lebih sejuk dan indah.

Menambah kenyamanan dan ketentraman Keluarga Tercinta

0 Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.